Rabu, 18 April 2012

Kartini ; God is a Girl

Nggak usah GR post ini tidak akan menceritakan pengalaman saya mengikuti ajaran sesat  :) :)

Okay , hari kartini akan segera tiba, tanggal 21 April, jaman saya masih kecil (SD) saya selalu deg deg an dan tidak bisa tidur semalam sebelum tanggal 21 April, soalnya pada hari kartini semua anak perempuan akan dandan komplit dengan kebaya dan make up.

Sampai hari ini jujur saya tidak mengerti kenapa hari kartini yang seharusnya menjadi perayaan wanita Indonesia dalam meraih kebabasan serta kesetaraan gender justru berubah fungsi menjadi festival kebudayaan nasional.

Lihat aja.... setiap hari kartini para pegawai Bank dandan pakai kebaya, supir busway,anak sekolah, guru dll upacara pakai baju kebaya. Yaaa... oke deh kalau hari kartini terus pengen napak tilas ibu kartini dengan kebayanya yang anggun. Tapi lama kelamaan selain kebaya kita akan menemukan baju baju adat yang lain di hari kartini....sooo.... terkadang momentum kartiniannya malah nggak ada since yang lebih penting adalah kostumnya... WHYYYY????

Bagi saya... Ibu kartini adalah sosok yang hebat, terlepas dari yang (katanya) emansipasinya adalah emansipasi gagal saya tetap kagum pada beliau. Tentu tidaklah mudah mendobrak tradisi dari dalam. Pikirannya yang "liar" dengan dirinya yang "terbelenggu" untuk ukuran perempuan masa itu is a WOW.

Terlepas dari RA Kartini dan sejarahnya saya punya  cerita sendiri tentang beliau sang  pahlawan nasional Indonesia.

Waktu saya masih kecil kira2 usia 3-4 tahun , saya belum menentukan mau memeluk agama apa? yahhh namanya anak anak everything its so absurd lah ya.... setiap kali guru TK saya menjelaskan tentang Tuhan saya bingung. Kadang saya bertanya kepada orang tua saya kok bisa saya ada terus orang orang ada, tetapi jawabannya kurang memuaskan enquiry saya waktu itu.
Akhirnya saya bertheori sendiri
Ada teori yang mengatakan kalau bayi dibawa bangau ke orang tuanya
Ada juga teori yang bilang bayi lahir dari sebuah kubis (wkwkwkwk)
Ada yang dari kaleng soda
Ada juga dari sebutir telur.

Saya punya teori lain : para Bayi dibuat oleh IBU KITA KARTINI

Pertama kali saya melihat foto RA Kartini di salah satu gudang di rumah nenek saya, fotonya seperti ini :

versi RA Kartini pertama yang saya lihat
Saya langsung jatuh cinta sama gaya rambut yang seperti orang njagong itu. Setiap kali saya menggambar saya selalu menyertakan gambar orang bersanggul model ini. Dan Guru TK sayalah yang memperkenalkan RS Kartini sebagai pahlawan yang maha hebat. Jadi in my mind  ya.. RA Kartini ini pasti supper banget deh.

Lalu bagaimana RA. Kartini membuat para bayi?
Menurut imaginasi saya waktu itu, Ayah danibu saya pergi ke pasar. Mereka menuju ke toko gerabah, RA kartini adalah simbok simbok yang berjualan di toko gerabah itu. Ayah dan ibu saya memilih tangan- kaki-muka-mulut dan semuanya yang berasal dari lempung, lalu ibu Kartini membantu merangkainya daaannnn taraaaa... jadilah Bayi Wine.

Saya tidak tahu dagaimana saya mempunyai bayangan sejelas itu tentang Tuhan dan penciptaan manusia, mungkin lewat mimpi atau wangsit namun ingatan/bayangan tentang "berbelanja di toko gerabah" itu masih jelas tergambar di angan angan saya (hehehehe)

Setelah saya kelas 1 SD saya pun mulai memeluk agama, baru saya tahu kalau tuhan bukan laki laki bukan juga perempuan dan Tuhanpun bukan  RA. Kartini. Meskipun tidak langsung mendapat jawaban tentang darimana asalnya bayi, saya mulai paham kalau bayi bukanlah gerabah yang dijual di pasar.

Pada hari hari kemudian, saya tetap mengenang sosok ibu kartini sebagai sosok yang indah , berani dan menginspirasi. Kalaupun ternyata perjuangannya waktu itu belum berhasil setidaknya beliau telah dengan sangat gagah berani mencoba.

Selamat Ulangtahun RA Kartini, Putri Indonesia, harum namanya :)

Senin, 09 April 2012

Baduy ; a “Mixture” Journey II (Bagian tengah)

kampung pertama yang kami kunjungi
 
Perjalanan para Pendekar Alfa

Sebenarnya tidak ada nama khusus yang diberikan kepada “geng” kami dalam perjalanan ke Baduy tahun ini tapi saya lebih suka menyebutnya pendekar Alfa hal ini tak lain dan tak bukan karena ketergantungan kami pada Alfa**** di bawah sana. Kami berangkat pukul setengah 7 pagi dari tempat kami menginap. Desa Baduy dalam yang kami tuju adalah Cibeo. Dari ke tiga desa Baduy dalam , desa Cibeo adalah yang terdekat 2 jam perjalanan versi orang Baduy dan 4 jam perjalanan versi kami dan 5 jam perjalanan versi orang yang suka foto2 sepanjang perjalanan. Kami berangkat ber 6 didampingi 2 pemandu yang asli baduy. Saking aslinya merekapun belum terlalu fasih berbahasa Indonesia, kendala lain , dia pemalu.

Langsung K.O di tanjakan pertama

setelah bukit ini kami masuk ke hutan durian
Sebelum berangkat, kami menyempatkan diri berpamitan kepada pak Jaro (kepala kampung). Belum apa apa langsung "dihajar"tanjakan spektakuler. Menurut informasi yang saya dan teman-teman dapat sebelumnya, tanjakan di Baduy memang ih waw sampai 70-80 derajad dan jumlahnya lebih dari 7. Tetapi saya tidak menyangka kalau tanjakan akan menjadi track pertama yang kami lewati. ngos ngosanlah saya yang jarang berolahraga dan belum pernah naik gunung. Akhirnya untuk menghemat energi saya putuskan berjalan pelan pelan saja (jangan berhenti... kalau berhenti nanti nggak kuat jalan lagi). Untung 2 orang tua angkat saya membantu (hehehehe) Ms. Rani dan Bang Ucup (yang akhirnya jadi pasangan suami istri February lalu, congrats)setia menemani saya... oh ya tak lupa si Aceng ak.a Arman (salah satu guide kami).Si Arman yang pemalu baru berumur 15an tahun, dia sendiri juga tidak tahu pasti umurnya, selain ulangtahunnya tidak pernah dirayakan, sesuai dengan adat Baduy ,Arman juga tidak boleh bersekolah. Tapi jangan khawatir, dia dapat membaca dan berhitung. Rata rata orang Baduy dapat membaca dan berhitung, mereka saling mengajari satu sama lain turun temurun, nggak ketinggalan pengetahuan tanpa perlu ke sekolah.Karena ngos ngosan dan jalan pelan pelan kami malah menemukan sebuah danau tersembunyi dibalik rerimbunan.Kata Arman , anak anak di desanya sering bermain di sana untuk menangkap ikan kadang kadang naik perahu tetapi anak Baduy dalam tidak, karena selain harus selalu jalan kaki (tanpa memakai alas) mereka juga dilarang naik perahu/kapal dan sejenisnya.

Air bersih di Baduy
 
danau tersembunyi

Hari itu cuaca sangat menyenangkan, cerah dengan panas yang tidak terlalu menyengat. Saya hanya membawa 1 botol air minum saja, tidak perlu khawatir akan kekurangan air minum di Baduy, mereka sangat menjaga kualitas air,tidak menyampah dan tidak membuang sembarang di sungai, selama perjalanan kamipun menemukan beberapa sungai dan sumber air. Di perjalanan kami juga sering bertemu dengan beberapa suku baduy dalam. Mereka berpakaian putih putih, wanita baduy dalam rata rata mempunyai paras yang cantik dan kulit yang putih pucat. Suku Baduy Dalam, selalu  berjalan kaki dalam melakukan perjalanan, tidak  mencemari lingkungan (tanah dan air), dan tidak merokok. Baduy Dalam menerapkan adat lebih ketat dibandingkan dengan Baduy Luar. 

 Okay sekian dulu ya... nanti saya lanjutkan lagi, next saya akan bercerita mengenai "seruling nabi sulaiman" :) see you


Kamis, 26 Januari 2012

Baduy ; a “Mixture” Journey (Bagian Pembuka)

singgah di "Indonesia"
Si Badu yang melegenda

Sewaktu kecil, saya sering bermain dengan adik saya ( secara nggak pernah punya teman ya :P ) Kadang kadang kami main masak-masakan, kadang main sekolah sekolahan (saya guru yang galak, adik saya jadi murid yang bego HAHAHAHHAHA) kadang juga main jadi dunia bawah laut , saya raja laut yang jahat dan adik saya si Wisnu jadi putru duyung yang dianiaya. Tetapi ada kalanya kami permainan kami cukup berkualitas, dimana kami memerankan suku suku mendunia , alkisah kami berdua menjadi suku Aborigin dan suku Baduy. Saya lupa kapan tepatnya kami berdua kenal namanya suku Baduy dan Aborigin.

Melihat langsung saja belom pernah, mungkin lewat informasi sepotong sepotong dari TVRI kala itu.
Singkat cerita si Wisnu adik saya berperan menjadi suku Aborigin yang namanya Abo, sedang saya berperan sebagai suku Baduy yang namanya Badu. Untuk detilnya saya lupa permainan macam apa yang kami mainkan ketika berusia 9 (saya) dan 5 tahun (Wisnu), yang jelas nama Badu dan Abo masih melekat hingga hari ini pada ingatan indah keluarga kami (xixixixi).
 
Setelah beranjak dewasa sayapun tak memiliki ketertarikan khusus akan keberadaan suku aborigin maupun Baduy. Terlebih Baduy...membayangkan bertemu mereka saja saya tak pernah.
Hingga pada suatu hari yang gerimis, saya bersama beberapa teman saya pergi ke Baduy Via Stasiun Balapan Solo. Tanpa diiringi pak Didi Kempot , saya berkereta senja bersama mbak Tika, mbak Yuli ,Lukit dan Yoyok serta beberapa teman bule-nya mbak Tika.
 
Dengan rasa pede , sok tahu serta penuh ketergantungan dengan kawan kawan seperjuangan , sayapun pergi dengan nekatnya untuk menemui “Si Badu” tokoh masa kecil yang sering saya perankan yang saya tidak pernah tahu seperti apakah dia.
Jujur... kali ini saya benar benar tidak ada bayangan mengenai tempat apa yang akan saya kunjungi, hanya berbekal browsing2 dan denger cerita cerita dari orang yang belum kesana juga...modal saya hanya “katanya” , 300ribu juga Pertemanan yang erat.
Disambut oleh toserba 24 jam dan provider celular

From Solo with Senja Utama... itulah judul perjalanan 12-jam kami. Itu adalah perjalanan dengan kereta api terlama yang pernah saya jalani. Saya juga baru tahu kalau kereta bisnis itu sering “diinjak” sama kereta eksekutip. HOHOHO
 
Oh ya di Cirebon kami bertemu 2 anggota lagi, mereka adalah Miss Rani dan Bang Ucup (yang selalu membawa buku sakti cacatan pengeluaran kelompok selama perjalanan).
Masih perlu naik 2 kereta api lagi untuk menuju rangkas bitung. Singkat cerita setelah sampai Rangkas Bitung, saya dan teman-teman menyewa sebuah mini bus untuk sampai ke CIBOLEGER.
Lamaaaa.... sekali rasanya perjalanan kami, lewat sawah serta hutan hutan yang kian tandus karena habis habisan di eksplorasi. Akhirnya.... sampailah kami di CIBOLEGER, kamipun sempat foto foto di depan patung (yang sepertinya ... sosok orang Baduy). Dan tepat persis di depan patung, tampaklah sebuah toserba 24 Jam yang berinisial AL.  JRENG JRENG....
Okelah... nggak papa toh ini belum masuk kampung Baduy.

Akhirnya si Akang (bapak – bapak Baduy Luar yang rumahnya kami tinggali) memandu kami menuju Baduy Luar. Rasanya sungguh menggembirakan,kamipun berjalan agak menanjak dari mini market AL tadi. Ekspektasi saya ini bakalan jadi perjalanan panjang yang melelahkan. Kira-kira 500 meter kemudian kami bertemu dengan gapura bambu yang ada tulisannya “Selamat datang di Baduy” yang disponsori oleh sebuah provider celular (gosipnya di baduy nggak ada sinyal...tapi kok...) ya sudah nggak papa .... (lha emangnya ada apa hehehe) nah... sehabis gapura itu ada kampung tapi belum baduy, ada semacam puskesmas yang menyediakan fasilitas TV di luar,lalu di depan tempat yang kayaknya puskesmas itu sudah ada kampung Baduy Luar Ciboleger. Baru mau jalan lagi.....eeehhhh sudah di stop...langsung belok ke sebuah rumah, persis di depan tempat yang ada TV nya tadi. 

Ternyata kami akan menginap di kampung baduy luar yang luarnya nggak tanggung tanggung, tempat di mana kami akan menginap 2 malam adalah rumah terluar di baduy luar yang terluar... Luarrr biasa...  -_____- 
Sungguh luar yang serius. Kata miss Rani : seumpama baju, tempat tadi adalah jas hujan di luar jaket... hidihhhh....
 
Datangnya si Kuntilanak Haha hihi
 
Tanpa listrik...tanpa kasur.... ya memang kesederhanaanlah yg terpancar dan seolah menjadi tag line dari Baduy

sepiiiii pedalaman Indonesia yang mengagumkan..... BOHONG!!!
Baduy Luar yang terrrrluaarrrrrr tenyata ruamenya ampun ampunan... ketika malam menjelang warga Baduy dan warga yang bukan Baduy berbondong-bondong melihat televisi (non bar). Siapa sih yang punya ide kurang sopan memasang televisi 5 langkah kaki dari perkampungan Baduy yang tidak boleh berlistrik. Okelah kalau tujuannya membawa “moderenitas” untuk hal yang lebih positif, apanya yang moderenitas membawa positif jika chanel yang ditonton adalah televisi yang itu.....yang itu tu yang acaranya ada kuntilanak haha hihi, ular ular dan naik elang raksasa. Pasti tanpa menyebutkan chanelnya ananda sekalian sudah tahu chanel yang mana.
 
Saya tidak terlalu heran jika reaksi beberapa orang Baduy luar dalam menonton televisi seperti itu. Jangankan mereka yang dilarang mempunyai listrik tertarik melihat televisi , kita saja yang sudah terbiasa dengan barang2 elektronik tentu ada perasaan ingin tahu terhadap benda tersebut atau gadget lain yang tampaknya fun. Yang saya sesalkan adalah kekurang tanggapan pihak pemasang televisi dalam menjaga luhurnya budaya kesederhanaan serta ketenangan Baduy serta kultur mereka yang menjunjung keseimbangan, sama rasa , keselarasan dengan “iming iming” televisi 5 langkah dari rumah.
Sungguh menyedihkan, budaya yang langka, menarik, eksotis,jujur dan lugu diganggu dengan generasi alay dan kuntilanak haha hihi produk khas modernisasi. Parang Jati (dalam novel Bilangan Fu) benar dan bijaksana untuk memasukkan Moderenisasi dalam trio 3M = Musuh Dunia . Betapa tidak, karena Televisi (jarak 5 langkah kaki) dan minimarket berinisial AL (jarak 500 meter) di rumah Baduy Luar yang kecil namun indah kami disuguhi sebakul nasi dan telur ceplok yang dibeli di minimarket AL . T T , padahal ada warung tradisional , mereka juga punya sawah dan lumbung...hix hix... karena modernisasi yang selalu dianggap pembawa sifat kekerenan mereka agak malu menyajikan sajian apa adanya “kalau beli di mini market lebih bagus barangnya teh” (siapa bilang paaaaakkkkk hix hix  itu mungkin imporrrr dan nggak lebih bagus untuk siapapun <<< jerit batin saya gulung gulung).
 
FYI Beberapa mereka yang masih takut melanggar adat(untuk tidak menikmati listrik dan elektronik) melihat TV dari teras rumah dengan penuh rasa ingin tahu, tanpa tahu apa yang disiarkan televisi, mereka hanya ingin tahu. Andai saya bisa menjelaskan sebenarnya apa itu televisi beserta kuntilanak kuntilanak nya pasti mereka hanya akan bilang;  “ooooowalahhhh cuman benda nggak penting” .
Dan....begitulah nasib dhek Wine di kampung Baduy terrrr....luaaarrrrrr..... Sepanjang malam saya tidak bisa tidur karena suara orang berantem (di sinetron), gelas pecah (masih di sinetron), iklan susu,iklan apa,iklan lagi, suara macan (di sinetron juga) dannnn tentu saja suara Hahahahahhahaha....hiiiiiihihihihihiiiii yang khas itu, sungguh susah tidur di sana, lebih ramai dari kost saya di tengah kota Solo.

Suara elang misterius

Mungkin karena kelelahan menahan suara suara dari sinetron TV tetangga depan rumah, akhirnya saya tertidur. Pas lagi enak enaknya tidur....karena mulai dingin dan suasana mulai tenang menentramkan tiba tiba terdengarlah suara elang..... yah...burung burung gitu....wiiiihhh bathin saya terasa tentram...finally I found my lovely peace Baduy.... saya melihat jam , ternyata sudah setengah 6 pagi, tetapi suara burung itu masih ada, beberapa deting kemudian suara burung merdu tadi dilanjutkan suara musik... (ha?) dengan seksama saya dengarkan...

Dua detik kemudian saya sadar, suara burung tersebut merupakan bagian dari jingle sebuah stasiun televisi...  oooohhhh.... noooo.... (kembali ngumpet di balik sleeping bag).

Uniknya Baduy Luar

Merasa agak salah memilih menginap (terlalu dekat dengan TV) tidak lantas membuat perjalanan saya mendapat skor mengecewakan. Masyakat Baduy Luar boleh berhadapan langsung dengan dunia luar dan menonton televisi setiap malam. Tetapi mereka tetap memegang aturan adat yang ada.  Hasil wawancara dengan akang pemilik rumah, semua benda yang dimiliki oleh orang baduy harus seimbang antara orang satu dan lainnya. Misalnya peralatan dapur, orang Baduy mempunyai peralatan yang sama dan dibeli di tempat yang sama, demikian juga dengan baju dan rumah. Jadi akan ada semacam rapat suku untuk menentukan benda mana yang menjadi kebutuhan dan disamakan oleh semua orang Baduy (WoW). Mempunyai sesuatu yang berbeda dan berlebihan dibanding suku Baduy yang lain dapat dianggap sebagai bentuk ketidak seimbangan.

Di Baduy luar penduduknya juga berpakaian “seragam”. Wanitanya memakai atasan gelap (hijau tua/biru tua/hitam...tua hehehe) bawahannya memakai sarung yang motifnya batik bunga2/kotak kotak (bisa apa saja) tapi berwarna biru tua kombinasi hitam. Mereka khusus memesan kain seperti itu pada sebuah pabrik untuk khusus dipakai orang Baduy luar (tetapi boleh juga dibeli wisatawan yang ke Baduy) .
 Suku Baduy juga tidak diperbolehkan bersekolah, tapi jangan dibayangkan mereka tidak bisa membaca atau menulis. Merekan belajar menulis dan membaca sendiri dan juga mengajari anak anaknya sendiri. Ya benar... tidak perlu sekolah formal untuk menjadi berkualitas. To be honest tidak banyak informasi yang saya dapat dari pemilik rumah yang saya tinggali, beliau menyarankan agar saya ke Baduy dalam untuk menuntaskan rasa penasaran saya akan Baduy.

Sekian dulu bagian pembukannya, akankah saya sampai ke Baduy dalam? Akankah saya bertemu hal hal yang luar biasa? Akankah rasa ingin tahu saya terpuaskan?

Sekali lagi Baduy Luar yang saya inapi benar benar seperti jas hujan diluar jaket....masih banyak yang belum saya tahu di dalam sana...

terimakasih telah membaca,tunggu lanjutannya ya. 


Senin, 31 Januari 2011

Pertemanan ini . . . .

Nggak semua orang beruntung mempunyai teman
Tapi nggak semua orang juga bisa beruntung dapat hidup TANPA teman dekat

will we be that forever?
Saya rasa punya teman dekat atau tidak itu adalah pilihan hidup seberti kasus menikah tidak menikah (hehe)
Tapi....
Teman....
Sahabat....
Kawan...
sobat...
BFF (kalo abege sekarang bilangnya, yang artinya Bestfriend Forever)
Adalah hal yang berarti dalam hidup saya.
Menangis, tertawa bersama... membentuk diri dan pikiran2 saya.Saya selalu menganggap mereka begitu dekat (tapi nggak tau ya merekanya gimana)


Sahabat saya macem macem, ada yang teman rumpi2 dan jalan2, ada yang buat bertukar masalah sekolah dan kerjaan, ada juga yang masalah cinta cintaan.
Buat saya sangat menyenangkan punya teman/ sahabat, meski segalanya nggak berjalan mulus begitu saja. 
Ketidak cocokan pandangan itu selalu ada, rasa iri rasa jengkel, itu pasti (udah ingatan purba tu)
Saling menyakiti, saling mendendam, di sisi lain saling membela dan memuji setulus hati.
Tapi se benci2nya sama sahabat, ketika mereka terpuruk, sayapun merasa sangat buruk.

Tanpa bicara saya bersedih untuknya.


Dedicated to one of my beloved friend

I'll remind you, as a good person

Selasa, 25 Januari 2011

wedding wedding wedding

kalau ada kesempatan saya ingin undangan yang seperti ini
The day will come
When my dreams are no longer known
But in the spaces found in the letters of this poem
I will never tired of looking for you" Sapardi Djoko Damono
  2011 tampaknya menjadi tahun dimana seluruh angkatan kelahiran saya harus menikah. Undangan...Undangan...Undangan....beberapa tanggal telah di booking oleh beberapa teman saya.
Terus terang, saya sangat senang teman-teman saya menikah, bukannya apa apa saya suka aja punya alesan beli baju baru atau sepatu baru atau alasan ke mall buat beli kado (sukasoping.com).

Tapi saya sempat bertanya tanya juga, kenapa sih harus 2011 semua?
Apa gara2 ada rumor kalau 2012 adalah hari kiamat? mungkin ya.... siapa sih yang mau sendirian di hari kiamat?

Mungkin alasan yang paling rasional adalah timing yang pas. Di tahun ini biasanya anak anak seangkatan saya berumur 25-28 tahunan, sudah pacaran (dengan pacar yang sama beberapa tahun), dan sudah bekerja beberapa tahun (dengan tabungan yang lumayan tidak seberapa,hahahahahhaah) kayaknya alampun berkonspirasi untuk menikahkan teman teman saya.

MENIKAH, juga merupakan kata yang inn dari awal tahun ini di benak saya. Bahkan di usia ke 25 saya saya tak terlalu beranggapan dengan satu kata yang sangat ditakuti beberapa orang. Karena teman teman saya sibuk bersiap siap, sayapun sibuk memperhatikan mereka, mendengarkan cerita , berpendapat, bergosip tentang rencana kawinan dan sesekali mencatat hal hal penting yang mungkin bisa saya pakai suatu hari nanti (suatu hari nanti pastikan bercahaya...kayak lagu malesah).

Menikah vs. Tidak Menikah

Dalam bukunya (yang sebenernya kumpulan jurnal) Ayu Utami (one of my fv. author) , dia mengungkapkan alasan pribadinya untuk tidak menikah dalam : 10+1 alasan untuk tidak menikah. Banyak sih alasan untuk tidak menikah yang dikemukakan oleh Ayu, semuannya saya pikir rasional dan sah sah aja. Salah satunya: "MENIKAH BAIK ORANG LAIN, TAPI TIDAK UNTUK SAYA" , hak asasi pribadi yang nggak perlu di heboh2kan dalam kontroversi.

Bagi sebagian orang menikah itu baik, bagi yang lain tidak baik. Menikah memang membutuhkan serangkaian persiapan yang menakutkan dan jangan salah kaprah, tidak menikahpun membutuhkan persiapan yang tak kalah ribetnya (mulai asuransi kesehatan dan kematian, ngurus ahli waris, semuanya harus fix karena benar benar mandiri sampai mati). Menikah tentu saja membutuhkan pasangan untuk saling mencintai, tidak menikah pun begitu. Bedanya kalau menikah harus 2 orang itu sehidup semati, kalo tidak menikah kadang kadang bisa sendiri, bisa berdua terus,bisa ganti ganti (urusan komitmen lebih fleksibel) dan keduanya saya hormati.

Setelah dipikir ini itu itu ini, dengan potensi(haha), kepribadian, perilaku sosial dan aspek aspek lainnya, saya putuskan bahwa saya jenis orang "pernikahan" jadi mungkin suatu hari nanti saya menikah (amin).

Jangan tidak menikah karena anda takut, Jangan juga menikah untuk menyelesaikan masalah
Tidak menikahlah karena pilihan hidupmu yang sebenar benarnya
dan
Menikahlah jika kamu memilih untuk membagi hidupmu dengannya :)

Menikah dan tidak menikah,asal dengan persiapan yang matang, pasti akan menghasilkan result yang sempurna

Selamat menikah semuanya dan Selamat Melajang semuanya
wish u all the best
Muach....

Senin, 24 Januari 2011

strategi dan mitos pada guru kelas 1 SD part 2


Halo kita bertemu lagi, kemaren saya sempet off karena menderita laptopuntukerjapobia hehehe... kita lanjut ya ke mitos dan strategi kita selanjutnya
Anak kelas 1 itu polos dan gampang nangis

Aturan pertama jadi guru SD kelas 1 : JANGAN PERNAH KETIPU SAMA PENAMPILAN BAYI KALENGAN (hahaha nggak hanya banci yang kalengan). Anak anak polos dan gampang nangis dengan polosnya ???  sayang sekali itu hanya mitos isapan jempol belaka. Faktanya (jreng jreng...)
Mereka nggak gampang nangis karena menangis itu memalukan. Mereka takut kalo ketauan nangis bakalan di send back ke TK lagi...belom lagi rasa malu diolok olok temen temennya.Contoh nyata. Suatu hari murid saya bernama Bimo menangis karena nggak sengaja ketonjok pas main lari larian. Dia nangisnya udah ngumpet ngumpet gitu (acting pura pura tidur, nggak tau kenapa ini jadi andalan kalau murid2 saya lagi pengen nangis)
Icha(temennya) : Bimo why are you crying?(dengan nada sok perhatian) udah nggak usah nangis, masak badannya gede cengeng (nah kalo ini offensive)
Bimo : aku nggak nangis, ngantuk!
Nggak satu dua kali saya bertemu adegan seperti dia atas, berarti benerkan menurut mereka nangis tu nggak elit.
Buat apa nangis kalau bisa teriak teriak , mukul mukul terus ketawa ngakak bareng yang dipukul?
Menurut saya yang ini ada faktor sarkasmenya(hahhaa) suatu hari, murid saya yang bertubuh mungil dan bernama Ken (pacarnya BERBI hahahaha)sebel banget sama Nicho(nggak tau masalahnya apa?paling juga seputar karet penghapus). Kenneth adalah tipe anak yang all out (am all out of love im so lost without you hahahahhaa) dalam mengekspresikan kemarahan. Maka menangis meraung raunglah Ken, but nobody care(xixixiixixi pendidikan saya berhasil apa gagal sih sebenernya).Karena udah sebel dicuekin maka Ken teriak kuenceng banget AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA sumpah men, saya sama Maya Sukesi-my partner sampe terpukau, kalo ada gelas pecah kali gelasnya.....dan berhasil! Semua temannya diam lalu melihat ke Ken . Lalu Ken melakukannya lagi AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA  dan teman temannya lagi lagi diam dalam hitungan 1...2...3...
HUahHAHAHAHAHHUAHAUHHAHHAAHAHHAAHAHAH... semua murid saya tertawa terbahak bahak sambil bilang “ken lucu...ayo lagi ken” . Dengan alasan pri keanakan sayapun menyuruh Ken meluapkan emosinya...setelah puas dia tertawa bersama teman temannya. BERES!

Students’ rule : menangislah kalau kamu benar benar menyesal!

Anak kecil adalah polos itu HOAX!! ,tapi anak kecil itu lebih sering  jujur dari orang dewasa: IYA.
Memang sudah terserta pada ingatan purba masing masing kalua manusia itu terlahir caper. Misalnya: bayi nangis tiap kali nggak diperhatiin mamanya, dia punya cara yang unik ,yah cara jadi jangan anggap bayi itu polos los nggak tau apa apa. He or she knows how to act!oce again, say hoax to human and polos....they are contradictory dari sononya.
Masalah anak kecil yang nggak mungkin bohong?itu juga BIG HOAX! Murid kelas 1 aja ada yang tertangkap tangan sedang mencontek, mengkoleksi stationaries temennya(yang sampe satu kotak pensil besar) sampai ...menyembunyikan kelakuan asli mereka dari guru. Namun kadar kebohongan anak2 kelas 1 tentusaja nggak se besar dosa dosa kebohongan kita yang tua tua ini, mereka masih mempunyai 1 senjata ampuh bernama perasaan yang halus yang bisa juga dipelihara sampe dewasa (jika mereka mampu,sayangnya saya sebagai guru tidak mampu toh saya masih punya harapan kalau generasi mendatang bisa lebih mampu,halah!).
Kembali ke menangis, anak didik saya memang agak2 entahlah, kalau saya ngomel2 mereka lebih suka ketawa daripada takut,tapi ketika saya bicara dg lemah lebut mendayu dayu kayak lagu melayu mereka malah menangis terharu(apa kalo lemah lembut saya malah nyeremin banget ya?atau jangan2 kalo lagi nasehatin baik2 tampang saya ketahuan banget kayak guru kurang gaji?wkwkwkwk).
Jadi ketika saya bicara face to face dan membahas kenakalan mereka,dan mata mereka berkaca kaca, saya tahu...they admitted their mistakes ,feels sorry to me and themself...oooooohhhh....

Nggak perlu fashionable kalo jadi guru kelas 1 SD
Di KIMPIR KIMPIR....ngapain juga dandan kalo lawan mainnya aja anak kelas 1 SD.....
Jika anda termasuk orang yang berfikir demikian, maka anda harus siap dibilang “rambutnya lucu!besok jangan dandan gitu lagi ya miss” (ini terjadi kalau anda salah dg tatanan rambut anda) atau “kenapa sih matanya warnanya gitu?aneh banget” (ini kalau pake eye shadow dg warna salah) atau.... “bajunya kok udah jelek sih?” (ini akibat pakai seragam yang rumpi warnanya) atau... “miss itu kan sepatu buat pesta” (jangan dikira murid2 saya nggak bisa ngebedain stiletto dan hak tinggi biasa)
Mereka bisa jadi fashion police yang paling OK sedunia, mengatakan mana yang suitable dan mana yang clumsy buat kita ...tanpa menyakiti hati tentunya.
“miss batiknya bagus” “miss kalungnya bagus” “miss aku mau lihat jamnya” “miss...sepatunya baru ya?kok bagus sih” dan ucapan ucapan tulus lainnya dan ini favorit saya setiap hari jumat “miss wine dan miss maya cantik” tolong di quotes ya... :D

Fyuh.... sejauh ini baru segini sih soal strategi dan mitos nya .
ini nih yang rumpi rumpii... :)
Tulisan ini dedicated buat murid murid saya yang entah ketika dewasa nanti masih ingat atau tidak pada saya (saya pun tak peduli). Yang saya peduli mereka yang membuat saya bertahan, membuat saya merasa almost everyday is holiday ...kali ini...demi kalian, saya rela jadi ibu ibu rumpii. Love thee kids ... muach...

(miss Wine)